Pahami Jenis Iklan Sebelum Pakai Jasa Iklan

//

Saat ini, dunia periklanan mengenal berbagai macam jenis iklan. Berbagai jenis iklan tersebut kemudian dikelompokkan menurut berbagai ciri, seperti berdasarkan tujuan, media penyebaran, maupun bentuknya.

Apapun jenisnya, iklan berfungsi menciptakan kesan (brand image) sehingga dapat memengaruhi orang untuk membeli produk yang diiklankan. Memahami alasan utama mengapa beriklan produk sangat penting bagi bisnis akan membantu Anda merancang kampanye periklanan yang efektif.

Pemasangan iklan selalu berusaha menciptakan kreativitas terbaik dan menarik, misalnya menggunakan warna, ilustrasi, foto figur publik, hingga efek visual dan layout yang memikat. Praktik ini paling banyak dilakukan untuk mempromosikan produk komunikasi, jasa, hingga kampanye organisasi publik.

Periklanan sendiri adalah sarana mengomunikasikan informasi (produk, harga, tempat, dan promosi) agar konsumen mengenal dan yakin akan keunggulannya. Tentu saja, periklanan adalah salah satu bagian dari strategi pemasaran terpadu yang harus berjalan selaras untuk meningkatkan penjualan.

Memahami Jenis Jenis Iklan Berdasarkan Tujuannya

Berdasarkan tujuan beriklan, secara umum jenis jenis iklan berdasarkan tujuannya dapat dibedakan menjadi 3 jenis utama, yaitu iklan informasi, iklan persuasi, dan iklan pengingat.

Perlu diketahui bahwa pembagian ini tidak bersifat mutually exclusive (terpisah secara kaku). Sebuah iklan dimungkinkan mengandung unsur informasi sekaligus persuasi dan pengingat, tergantung fokus pesan yang ditonjolkan.

Fokus ini umumnya terlihat langsung pada bagian headline, tagline, atau catchphrase. Misalnya, slogan “Banjir hadiah selama Ramadhan” atau “Serbu diskon besar-besaran” merupakan contoh iklan persuasi yang dominan.

Iklan Informasi

Sebuah iklan dikategorikan sebagai iklan informasi jika materi promosi bertujuan untuk memberitahu keberadaan produk baru, perubahan harga, maupun cara kerja produk secara detail.

Selain itu, iklan jenis ini juga berfungsi mengurangi kekhawatiran konsumen terkait efek samping serta mengoreksi persepsi keliru mengenai ketersediaan suku cadang atau layanan purna jual.

Sebuah iklan di kategorikan iklan informasi jika materi iklan bertujuan untuk, memberitahu tentang produk baru
Ilustrasi iklan informasi, sumber: bola.com

Iklan Persuasi

Iklan persuasi adalah jenis iklan yang dirancang secara langsung untuk memengaruhi calon konsumen agar memilih merek tertentu dibandingkan kompetitor.

Tujuan utamanya adalah mengubah persepsi target pasar, menganjurkan pembelian, serta membujuk konsumen agar segera mengambil tindakan atas penawaran yang diberikan.

Iklan Pengingat

Iklan pengingat bertujuan untuk menjaga kesadaran merek (brand awareness) dan mengingatkan konsumen bahwa produk tersebut mungkin dibutuhkan dalam waktu dekat.

Jenis iklan ini membantu mempertahankan ingatan konsumen saat periode pasaran sepi serta memantapkan keyakinan pembeli bahwa pilihan mereka sudah tepat.

Iklan pengingat umumnya tidak menjual produk secara langsung, melainkan sebagai media menyapa pelanggan demi menjaga hubungan baik. Komunikasi ini bertindak sebagai radar sosial sekaligus perekat hubungan antara merek dan masyarakat.

Jenis Iklan Berdasarkan Sifatnya: Komersial & Nonkomersial

Dalam bahasa Indonesia formal, iklan disebut juga sebagai pariwara. Pariwara adalah pesan promosi barang, jasa, maupun ide yang disampaikan melalui media dengan dukungan biaya sponsor.

Jika ditinjau dari sifatnya, pemahaman mengenai contoh iklan komersial dan non komersial sangat penting agar alokasi anggaran promosi perusahaan menjadi lebih efektif.

Iklan juga di bedakan berdasarkan sifatnya
Ilustrasi jenis iklan, sumber: mello.id

Iklan Komersial

Iklan komersial bertujuan menghasilkan keuntungan finansial dengan menjual barang atau jasa secara langsung. Kategori ini meliputi iklan barang konsumsi seperti makanan, pakaian, elektronik, dan properti.

Ada pula iklan antar bisnis (B2B) yang menawarkan barang non-konsumsi, seperti mesin pabrik dan perangkat komputer. Selain itu, iklan perdagangan ditujukan kepada distributor atau grosir dengan tawaran potongan harga partai besar.

Baca juga: Manajemen Periklanan Dan Mengenal Karakteristiknya

Iklan respons langsung juga termasuk dalam kelompok ini, di mana konsumen dapat berinteraksi secara cepat melalui telepon, formulir digital, atau internet untuk menyampaikan pesanan sesuai spesifikasi yang diinginkan.

Iklan Nonkomersial

Iklan nonkomersial bersifat soft selling dan lebih mengutamakan pembentukan reputasi (image selling). Contohnya adalah iklan *public relation* yang menyampaikan pengumuman penting perusahaan seperti akuisisi atau pindah lokasi kantor.

Selain itu, iklan institusi berfokus membangun citra jangka panjang di mata publik. Penerapan strategi ini dapat didukung dengan menjalankan ide branding perusahaan yang efektif untuk memperkuat posisi merek di pasar.

Iklan nonkomersial adalah iklan yang bersifat tidak secara langsung menjual produk atau jasa.
Ilustrasi iklan nonkomersial,sumber: saintif.com

Iklan layanan masyarakat juga termasuk kategori nonkomersial. Iklan ini berisi ajakan kepedulian sosial seperti kampanye kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan yang biasanya dibuat oleh organisasi nonprofit atau lembaga pemerintah.

Tips Menerapkan Strategi Periklanan Produk yang Efektif

Agar promosi bisnis berjalan optimal, Anda perlu memahami strategi periklanan produk yang efektif sesuai dengan sasaran audiens dan tahapan perkembangan bisnis Anda saat ini.

Dalam dunia pemasaran modern, menggabungkan promosi konvensional dan digital adalah langkah yang cermat. Sebelum mengalokasikan anggaran, pastikan Anda memahami perbandingannya, seperti memilih antara SEO vs Google Ads agar efisiensi pemasaran bisnis Anda tercapai maksimal.

Dengan memahami berbagai jenis iklan berdasarkan tujuan dan sifatnya, Anda dapat memilih metode serta penyedia jasa periklanan yang paling tepat sasaran. Semoga panduan ini bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda!

Leave a Comment